Mengenal Kota Bandung Paris Van Java

Kota Bandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat sekaligus menjadiibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta, dan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya menurut jumlah penduduk. Sedangkan wilayah Bandung Raya (Wilayah Metropolitan Bandung) merupakan metropolitan terbesar ketiga di Indonesia setelah Jabodetabek danGerbangkertosusila (Grebangkertosusilo). Di kota yang bersejarah ini, berdiri sebuahperguruan tinggi teknik pertama di Indonesia (Technische Hoogeschool, sekarangITB)[2], menjadi ajang pertempuran di masa kemerdekaan[3], serta pernah menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika 1955,[4] suatu pertemuan yang menyuarakan semangat anti kolonialisme, bahkan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dalam pidatonya mengatakan bahwa Bandung adalah ibu kotanya Asia-Afrika.[5]
Pada tahun 1990 kota Bandung menjadi salah satu kota teraman di dunia berdasarkan survei majalah Time.[6]
Kota kembang merupakan sebutan lain untuk kota ini, karena pada jaman dulu kota ini dinilai sangat cantik dengan banyaknya pohon-pohon dan bunga-bunga yang tumbuh di sana. Selain itu Bandung dahulunya disebut juga dengan Parijs van Java karena keindahannya. Selain itu kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan malldan factory outlet yang banyak tersebar di kota ini, dan saat ini berangsur-angsur kota Bandung juga menjadi kota wisata kuliner. Dan pada tahun 2007British Councilmenjadikan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur.[7] Saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan

Geografi

Bendera Kota Bandung, berdasarkan Surat Keputusan DPRD Sementara Kota Besar Bandung nomor 9938/53 tanggal 8 Juni 1953
Kota Bandung dikelilingi oleh pegunungan, sehingga bentuk morfologi wilayahnya bagaikan sebuah mangkok raksasa,[8] secara geografis kota ini terletak di tengah-tengah provinsi Jawa Barat, serta berada pada ketinggian ±768 m di atas permukaan laut, dengan titik tertinggi di berada di sebelah utara dengan ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut dan sebelah selatan merupakan kawasan rendah dengan ketinggian 675 meter di atas permukaan laut.
Kota Bandung dialiri dua sungai utama, yaitu Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum beserta anak-anak sungainya yang pada umumnya mengalir ke arah selatan dan bertemu di Sungai Citarum. Dengan kondisi yang demikian, Bandung selatan sangat rentan terhadap masalah banjir terutama pada musim hujan.
Keadaan geologis dan tanah yang ada di kota Bandung dan sekitarnya terbentuk pada zaman kwartier dan mempunyai lapisan tanah alluvial hasil letusan Gunung Tangkuban Parahu. Jenis material di bagian utara umumnya merupakan jenis andosol begitu juga pada kawasan dibagian tengah dan barat, sedangkan kawasan dibagian selatan serta timur terdiri atas sebaran jenis alluvial kelabu dengan bahan endapan tanah liat.
Semetara iklim kota Bandung dipengaruhi oleh iklim pegunungan yang lembab dan sejuk, dengan suhu rata-rata 23.5 °C, curah hujan rata-rata 200.4 mm dan jumlah hari hujan rata-rata 21.3 hari per bulan.[9]

[sembunyikan]Cuaca untuk kota Bandung
BulanJanFebMarAprMeiJunJulAgtSepOktNovDesTahun
Rata-rata tinggi °F (°C)85 (29.3)82 (27.7)83 (28.6)85 (29.5)85 (29.7)86 (29.8)86 (30.0)86 (29.9)85 (29.7)85 (29.4)85 (29.2)82 (28.0)85 (29,2)
Rata-rata rendah °F (°C)75 (23.9)74 (23.3)74 (23.4)75 (24.1)76 (24.2)74 (23.5)73 (22.9)74 (23.4)74 (23.6)75 (23.7)75 (23.7)75 (23.7)74 (23,6)
Hujan inci (mm)0.8 (19.7)0.8 (20.3)0.8 (19.5)0.8 (19.6)0.8 (19.4)0.7 (17.3)0.7 (16.7)0.7 (17.7)0.7 (17.9)0.7 (18.8)0.8 (19.7)0.8 (19.4)6,2 (156,4)
Sumber: Pemerintah kota Bandung[10] 15 Juli 2010

[sunting]Sejarah

Pemandangan jalanan di Bandung (1908)
Kata "Bandung" berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang lalu membentuk telaga. Legenda yang diceritakan oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama "Bandung" diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandungyang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci Tarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.
Kota Bandung secara geografis memang terlihat dikelilingi oleh pegunungan, dan ini menunjukkan bahwa pada masa lalu kota Bandung memang merupakan sebuah telaga atau danau. Legenda Sangkuriang merupakan legenda yang menceritakan bagaimana terbentuknya danau Bandung, dan bagaimana terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu, lalu bagaimana pula keringnya danau Bandung sehingga meninggalkan cekungan seperti sekarang ini. Air dari danau Bandung menurut legenda tersebut kering karena mengalir melalui sebuah gua yang bernama Sangkyang Tikoro.
Daerah terakhir sisa-sisa danau Bandung yang menjadi kering adalah Situ Aksan, yang pada tahun 1970-an masih merupakan danau tempat berpariwisata, tetapi saat ini sudah menjadi daerah perumahan untuk pemukiman.
Kota Bandung mulai dijadikan sebagai kawasan pemukiman sejak pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan surat keputusan tanggal 25 September 1810 tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk kawasan ini. Dikemudian hari peristiwa ini diabadikan sebagai hari jadi kota Bandung.
Kota Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz pada tanggal 1 April 1906[11]dengan luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha, dan bertambah menjadi 8.000 ha di tahun 1949, sampai terakhir bertambah menjadi luas wilayah saat ini.[12]
Pada masa perang kemerdekaan, pada 24 Maret 1946, sebagian kota ini di bakar oleh para pejuang kemerdekaan sebagai bagian dalam strategi perang waktu itu. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api dan diabadikan dalam lagu Halo-Halo Bandung. Selain itu kota ini kemudian ditinggalkan oleh sebagian penduduknya yang mengungsi ke daerah lain.
Pada tanggal 18 April 1955 di Gedung Merdeka yang dahulu bernama "Concordia" (Jl. Asia Afrika, sekarang), berseberangan denganHotel Savoy Homann, diadakan untuk pertama kalinya Konferensi Asia-Afrika yang kemudian kembali KTT Asia-Afrika 2005 diadakan di kota ini pada 19 April-24 April 2005.

[sunting]Kependudukan

TahunJumlah penduduk
1941226.877
1950644.475
20052.315.895
20062.340.624
20072.364.312
20082.390.120
Sejarah kependudukan kota Bandung
Sumber:[13]
Kota Bandung merupakan kota terpadat di Jawa Barat, di mana penduduknya didominasi oleh etnisSunda, sedangkan etnis Jawa merupakan penduduk minoritas terbesar di kota ini dibandingkan etnis lainnya.
Pertambahan penduduk kota Bandung awalnya berkaitan erat dengan ada sarana transportasi Kereta api yang dibangun sekitar tahun 1880 yang menghubungkan kota ini dengan Jakarta (sebelumnya bernama Batavia).[11] Pada tahun 1941 tercatat sebanyak 226.877 jiwa jumlah penduduk kota ini[14]kemudian setelah peristiwa yang dikenal dengan Long March Siliwangi, penduduk kota ini kembali bertambah dimana pada tahun 1950 tercatat jumlah penduduknya sebanyak 644.475 jiwa.[15]

[sunting]Pemerintahan

Dalam administrasi pemerintah daerah, kota Bandung dipimpin oleh wali kota. Sejak 2008, penduduk kota ini langsung memilih wali kota beserta wakilnya dalam pilkada, sedangkan sebelumnya dipilih oleh anggota DPRD kotanya.

[sunting]Perwakilan

DPRD kota Bandung 2009-2014
PartaiKursi
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat20
PKS9
Lambang PDI-P PDI-P7
Lambang Partai Golkar Partai Golkar6
Lambang PPP PPP3
Lambang Partai Gerindra Partai Gerindra3
Lambang PAN PAN1
Lambang PDS PDS1
Total50
Sumber:[16]
Sesuai konstitusi yang berlaku DPRD kota Bandung merupakan representasi dari perwakilan rakyat, pada Pemilu Legislatif 2004 sebelumnya anggota DPRD kota Bandung berjumlah 45 orang.[17] Sesuai dengan perkembangan dan pertambahan penduduk maka pada Pemilu Legislatif 2009 anggota DPRD kota Bandung bertambah menjadi 50 orang, yang kemudian tersusun atas perwakilan delapan partai,[16] dan terdiri atas 41 lelaki dan 9 perempuan.[18]

[sunting]Pendidikan

Kota Bandung merupakan salah satu kota pendidikan, dan Soekarnopresiden pertama Indonesia, pernah menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang didirikan oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda pada masa pergantian abad ke-20.
Pendidikan formalSD atau MInegeri dan swastaSMP atau MTsnegeri dan swastaSMA negeri dan swastaMA negeri dan swastaSMK negeri dan swastaPerguruan tinggi
Jumlah satuan10232501842596130
Data sekolah di kota Bandung
Sumber:[19]

[sunting]Kesehatan

Sebagai ibukota provinsi Jawa Barat, kota Bandung memiliki sarana pelayanan kesehatan yang paling lengkap di provinsi ini. Sampai tahun 2007, kota Bandung telah memiliki 30 unit rumah sakit dan 70 unit puskesmas yang tersebar di kota ini,[20] di mana dari 17 unit rumah sakit tersebut diantaranya telah memiliki 4 pelayanan kesehatan dasar sedangkan selebihnya merupakan rumah sakit khusus. Pelayanan kesehatan dasar tersebut meliputi pelayanan spesialis bedah, pelayanan spesialis penyakit dalam, pelayanan spesialis anak serta pelayanan spesialis kebidanan dan kandungan.
Dari jumlah tenaga medis yang tercatat di kota Bandung dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2007 adalah 86 orang tenaga medis untuk melayani 100.000 penduduk.

[sunting]Perhubungan

Sampai pada tahun 2004, kondisi transportasi jalan di kota Bandung masih buruk dengan tingginya tingkat kemacetan serta ruas jalan yang tidak memadai, termasuk masalah parkir dan tingginya polusi udara.[21] Permasalahan ini muncul karena beberapa faktor diantaranya pengelolaan transportasi oleh pemerintah setempat yang tidak maksimal seperti rendahnya koordinasi antara instansi yang terkait, ketidakjelasan wewenang setiap instansi, dan kurangnya sumber daya manusia, serta ditambah tidak lengkapnya peraturan pendukung.

[sunting]Infrastruktur

Sampai tahun 2000 panjang jalan di kota Bandung secara keseluruhan baru mencapai 4.9 % dari total luas wilayahnya dengan posisi idealnya mesti berada pada kisaran 15-20 %.[22] Pembangunan jalan baru, peningkatan kapasitas jalan dan penataan kawasan mesti menjadi perhatian bagi pemerintah kota untuk menjadikan kota ini menjadi kota terkemuka. Pada 25 Juni 2005jembatan Pasupatiresmi dibuka,[23] untuk mengurangi kemacetan di pusat kota,[24] dan menjadi landmark baru bagi kota ini. Jembatan dengan panjangnya 2.8 km ini dibangun pada kawasan lembah serta melintasi Ci Kapundung dan dapat menghubungkan poros barat ke timur di wilayah utara kota Bandung.
Kota Bandung berjarak sekitar 180 km dari Jakarta,[22] saat ini dapat dicapai melalui jalan Tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang) dengan waktu tempuh antara 1.5 jam sampai dengan 2 jam. Jalan tol ini merupakan pengembangan dari jalan Tol Padaleunyi (Padalarang-Cileunyi), yang sudah dibangun sebelumnya.

[sunting]Angkutan Kota dan Bus Kota

Untuk transportasi di dalam kota, masyarakat Bandung biasanya menggunakan angkutan kota atau yang lebih akrab disebutangkot[25]. Selain itu, bus kota dan taksi juga menjadi alat transportasi di kota ini. Sedangkan sebagai terminal bus antarkota dan provinsi di kota ini adalah terminal Leuwipanjang untuk rute barat dan terminal Cicaheum untuk rute timur.
Pada 24 September 2009, TMB (Trans Metro Bandung) resmi beroperasi, walaupun sempat diprotes oleh sopir angkot setempat.[26]TMB ini merupakan proyek patungan antara pemerintah kota Bandung dengan Perum II DAMRI Bandung dalam memberikan layanan transportasi massal dengan harga murah, fasilitas dan kenyamanan yang terjamin serta tepat waktu ke tujuan.[27]

[sunting]Pesawat

Kota Bandung memiliki sebuah pelabuhan udara yang bernama Bandar Udara Husein Sastranegara untuk menghubungkan kota ini dengan beberapa kota-kota lainnya di Indonesia seperti JakartaSurabayaDenpasarMenadoYogyakartaBatamMataram,MakassarPalembangPangkalpinangSemarang, dan Medan. Sedangkan untuk rute luar negeri diantaranya MalaysiaSingapura,Thailand dan Brunei Darussalam.

[sunting]Kereta Api

Kota Bandung juga mempunyai stasiun kereta api yang setiap harinya melayani rute dari dan ke Jakarta, ataupun SemarangSurabayadan Yogyakarta, yaitu Stasiun Bandung untuk kelas bisnis dan eksekutif. Sedangkan Stasiun Kiaracondong melayani rute yang sama (kecuali Jakarta) untuk kelas ekonomi.
Selain 2 buah stasiun tersebut, terdapat 5 stasiun KA lain yang merupakan stasiun khusus peti kemas, yakni GedebageCimindi,AndirCiroyom dan Cikudapateuh.

[sunting]Pelayanan publik

Pada tahun 2008, pemerintah merencanakan pembangunan Pusat Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Gedebage[28], namun sempat diprotes warga setempat. Dan baru pada tahun 2010 wacana pembangunan PLTSa ini kembali digulirkan, dimana tendernya akan dilakukan pada November 2010 dan proyek ini akan dimulai pada awal 2011 dan diperkirakan selesai pada akhir 2012.[29]
Sementara untuk melayani kebutuhan akan air bersih, pemerintah kota melalui PDAM kota Bandung saat ini baru mampu memasok air untuk 66 % dari total jumlah penduduknya.[30] Hal ini terjadi karena semakin berkurangnya debit air baku, baik sumber air dalam tanah maupun mata air. Sementara itu penggunaan sumber air dalam tanah di kota ini sudah memainkan penting dalam pemenuhan kebutuhan air minum sejak dimulai pembangunan kota ini di akhir abad ke-19, namun seiring dengan perkembangan kota terutama berkembangnya industri serta ditambah kurangnya regulasi dalam konservasi sumber air sehingga menjadikan masalah air minum semakin rumit dan perlu penangganan khusus.[31]
Saat ini sebagian besar sumur artesis milik PDAM, tidak lagi berfungsi termasuk andalan utama pasokan air baku dari Sungai Cisangkuy yang berasal dari Sungai Cilaki melalui Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca.[32] Selain itu pendistribusian air pada masyarakat kadangkala dilakukan secara bergilir dan juga air yang didistribusikan kotor dan keruh pada jam-jam tertentu.[33]

[sunting]Perekonomian

Pada awalnya kota Bandung sekitarnya secara tradisional merupakan kawasan pertanian, namun seiring dengan laju urbanisasi menjadikan lahan pertanian menjadi kawasan perumahan serta kemudian berkembang menjadi kawasan industri dan bisnis, sesuai dengan transformasi ekonomi kota umumnya. Sektor perdagangan dan jasa saat ini memainkan peranan penting akan pertumbuhan ekonomi kota ini disamping terus berkembangnya sektor industri. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Daerah (Suseda) 2006, 35.92 % dari total angkatan kerja penduduk kota ini terserap pada sektor perdagangan, 28.16 % pada sektor jasa dan 15.92 % pada sektor industri. Sedangkan sektor pertanian hanya menyerap 0.82 %, sementara sisa 19.18 % pada sektor angkutan, bangunan, keuangan dan lainnnya.[34]
Pada triwulan I 2010, kota Bandung dan sebagian besar kota lain di Jawa Barat mengalami kenaikan laju inflasi tahunan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.[35] Sebagai faktor pendorong inflasi dapat dipengaruhi oleh kebijakan moneter, yang berupa interaksi permintaan-penawaran serta ekspektasi inflasi masyarakat. Walaupun secara keseluruhan laju inflasi pada kota Bandung masih relatif terkendali. Hal ini terutama disebabkan oleh deflasi pada kelompok sandang, yaitu penurunan harga emas perhiasan. Sebaliknya, inflasi Kota Bandung mengalami tekanan yang berasal dari kelompok transportasi, yang dipicu oleh kenaikan harga BBM non subsidi yang dipengaruhi oleh harga minyak bumi di pasar internasional.
Sementara itu yang menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Bandung masih didominasi dari penerimaan hasil pajak daerah dan retribusi daerah, sedangkan dari hasil perusahaan milik daerah atau hasil pengelolaan kekayaan daerah masih belum sesuai dengan realisasi.
KelompokTriwulan II 2009Triwulan III 2009Triwulan IV 2009Triwulan I 2010
Bahan makanan5.304.354.023.96
Makanan jadi5.936.215.855.39
Perumahan2.620.111.741.97
Sandang3.803.775.09-1.74
Kesehatan5.525.405.322.20
Pendidikan6.887.553.313.71
Transporstasi-9.11-8.64-5.981.09
Total2.171.532.112.86
Inflasi tahunan kota Bandung
Sumber:[35]

[sunting]Pariwisata dan Budaya

Jalan Asia-Afrika
Sejak dibukanya Jalan Tol Cipularang, kota Bandung telah menjadi tujuan utama dalam menikmati liburan akhir pekan terutama dari masyarakat yang berasal dari Jakarta sekitarnya. Selain menjadi kota wisata belanja, kota Bandung juga dikenal dengan sejumlah besar bangunan lama berarsitektur peninggalan Belanda, diantaranya Gedung Sate sekarang berfungsi sebagai kantor pemerintah provinsi Jawa Barat, Gedung Pakuan yang sekarang menjadi tempat tinggal resmi gubernur provinsi Jawa Barat, Gedung Dwi Warna atau Indische Pensioenfondssekarang digunakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk Kantor Wilayah XII Ditjen Pembendaharaan Bandung[36]Villa Isola sekarang digunakan Universitas Pendidikan IndonesiaStasiun Hall atau Stasiun Bandung dan Gedung Kantor Pos Besar Kota Bandung.
Kota Bandung juga memiliki beberapa ruang publik seni seperti museum, gedung pertunjukan dan galeri diantaranya Gedung Merdeka, tempat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika pada tahun 1955,[37] Museum Sri Baduga, yang didirikan pada tahun 1974 dengan menggunakan bangunan lama bekas Kawedanan Tegallega,[38] Museum Geologi Bandung,Museum Wangsit Mandala SiliwangiMuseum BarliGedung Yayasan Pusat Kebudayaan,Gedung Indonesia Menggugat dahulunya menjadi tempat Ir. Soekarno menyampaikan pledoinya yang fenomenal (Indonesia Menggugat) pada masa penjajahan BelandaTaman Budaya Jawa Barat (TBJB) dan Rumentang Siang.
Kota ini memiliki beberapa kawasan yang menjadi taman kota, selain berfungsi sebagai paru-paru kota juga menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat di kota ini. Kebun Binatang Bandung merupakan salah satu kawasan wisata yang sangat diminati oleh masyarakat terutama pada saat hari minggu maupun libur sekolah, kebun binatang ini diresmikan pada tahun1933 oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda dan sekarang dikelola oleh Yayasan Margasatwa Tamansari.[39] Selain itu beberapa kawasan wisata lain termasuk pusat perbelanjaan maupun factory outlet juga tersebar di kota ini diantaranya, di kawasan Jalan Braga, kawasan Cihampelas, Cibaduyut dengan pengrajin sepatunya dan Cigondewah dengan pedagang tekstilnya. Puluhan pusat perbelanjaan sudah tersebar di kota Bandung, beberapa di antaranya Istana Plaza BandungBandung Indah PlazaParis Van Java MallCihampelas WalkBandung SupermalBandung Trade CenterPlaza ParahyanganBalubur Town SquareDago Plaza dan Metro Trade Centre. Terdapat juga pusat rekreasi modern dengan berbagai wahana seperti Trans Studio Resort Bandung yang terletak pada lokasi yang sama dengan Bandung Super Mall.
Sementara beberapa kawasan pasar tradisional yang cukup terkenal di kota ini diantaranya Pasar Baru, Pasar Gedebage dan Pasar Andir. Potensi kuliner khususnya tutug oncom, serabi, pepes, dan colenak juga terus berkembang di kota ini.[40] Selain itu Cireng juga telah menjadi sajian makanan khas Bandung, sementara Peuyeum sejenis tapai yang dibuat dari singkong yang difermentasi, secara luas juga dikenal oleh masyarakat di pulau Jawa.
Kota Bandung dikenal juga dengan kota yang penuh dengan kenangan sejarah perjuangan rakyat Indonesia pada umumnya, beberapa monumen telah didirikan dalam memperingati beberapa peristiwa sejarah tersebut, diantaranya Monumen Perjuangan Jawa Barat,Monumen Bandung Lautan ApiMonumen Penjara BanceuyMonumen Kereta Api dan Taman Makam Pahlawan Cikutra.

[sunting]Olahraga

Masyarakat kota Bandung dan sekitarnya merupakan pengemar fanatik untuk Persib Bandung, yaitu sebuah klub sepak bola yang bermain di kompetisi Liga Super Indonesia, klub ini menggunakan Stadion Siliwangi sebagai markas dan tempat untuk laga kandang, namun pada pada musim kompetisi LSI 2009-2010 Stadion Si Jalak Harupat juga digunakan klub ini untuk pertandingan kandang. Selain itu di kota ini terdapat juga beberapa klub sepak bola lain yang bermain di kompetisi Divisi 3 Liga Indonesia seperti Bandung Raya dan Saint Prima BandungGaruda Flexi merupakan sebuah klub basket yang bermarkas di kota ini dan bermain pada kompetisiIBL.

[sunting]Pers dan Media

Pada masa awal kemerdekaan, sekitar bulan September 1945, para pemuda di kota Bandung mengambil alih dengan paksa sebuah surat kabar milik tentara pendudukan Jepang yang sebelumnya bernama Tjahaya dan kemudian menjadi Soeara Merdeka, surat kabar ini sempat terbit setiap hari 4 halaman sampai pada bulan Oktober 1945, sebelum pindah ke kota Tasikmalaya karena tekanan tentara Sekutu waktu itu[41]. Selain itu terdapat juga beberapa stasiun pemancar radio diantaranya Radio Republik Indonesia Bandung dan sekitar 39 buah stasiun pemancar radio swasta yang tergabung dalam Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia.[42]

[sunting]Radio

Kota Bandung juga memiliki beberapa terdiri dari 52 buah stasiun radio bersiaran lokal seperti :
ChannelNama
AM (Amplitude Modulation)
540Radio Republik Indonesia Bandung Programma 1
702Radio Bravo Medika
810Radio Kandaga
828Radio Kharisma
918Radio Debora
936Radio Budaya Sari
1116Radio Barani
1170Radio Dios
1215Radio Republik Indonesia Bandung Programma 4
1224Radio Sonata
1277Radio Trios
1314Radio Mutiara
1458Radio Fajri
1476Radio Rodja
FM (Frequency Modulation)
87.7Radio Hard Rock
88.1Radio Sonata
88.5Radio Mora
88.9Radio Auto
89.3Radio Elshinta
89.7Radio Global
90.1Radio Zora
90.5Radio Sky
90.9Radio Lita
91.3Sindo Radio
91.7Radio CBL
92.1Radio Mei Sheng
92.5Radio Maestro
92.9Radio Arus Rizki
93.3Radio Walagri
93.5Radio ROC
93.7Radio Paramuda
94.1Radio Q
94.4Radio Delta
94.8Radio ON
95.2Radio Bandung
95.6B-Radio
96.0Radio Republik Indonesia Bandung Programma 2
96.4Radio Bobotoh
96.8Radio Kencana
97.2Radio Shinta
97.6Radio Republik Indonesia Bandung Programma 3
98.0Radio Mayanada
98.4Radio Prambors
98.8Radio Sonora
99.2Radio KLCBS
99.6Radio Dangdut Indonesia
100.0Radio 19
100.4Radio Voice of America
100.7Radio 911
100.8Radio OB
101.1Radio MGT
101.5Radio Dahlia
101.9Radio Cosmo
102.3Radio Rase
102.7Radio MQ
103.1Radio OZ
103.5Radio Chevy
103.9Radio Antassalam Bagja
104.3Radio U
104.7Radio Rama
105.1I Radio Bandung
105.5Radio Garuda
105.9Radio Ardan
106.3Radio Urban
106.7Radio Mara Ghita
107.1Radio K-Lite
107.3Radio Gitanada
107.5Radio Mustika
107.8Radio Rakita
107.9Radio Alfa
107.9Radio Raksa
107.9Radio Suara Kemanusiaan

[sunting]Surat Kabar

NamaJenisJaringanPerusahaanBahasa
Surat Kabar
Harian Pagi Pikiran RakyatLokalPikiran RakyatPikiran RakyatBahasa Indonesia
Harian Pagi GalamediaLokalPikiran RakyatPikiran RakyatBahasa Indonesia
Harian Pagi Radar BandungLokalJawa PosGrup Jawa PosBahasa Indonesia
Harian Seputar Indonesia Edisi Jawa BaratLokalHarian Seputar IndonesiaMedia Nusantara CitraBahasa Indonesia
Harian Pagi Bandung EkspresLokalJawa PosGrup Jawa PosBahasa Indonesia
Harian Pagi Tribun JabarLokalKompasKelompok Kompas GramediaBahasa Indonesia
Harian Pagi Inilah KoranLokalInilah.comInilah.comBahasa Indonesia

[sunting]Televisi

Kota Bandung juga memiliki beberapa terdiri dari 34 buah stasiun televisi bersiaran nasional dan lokal.
Stasiun TelevisiFrekuensiJaringanStatus
Nasional (13 Saluran)
TVRI Programma 123 UHFTelevisi Republik IndonesiaSimulcast
TVRI Programma 225 UHFTelevisi Republik IndonesiaSimulcast
TVRI Nasional27 UHFTelevisi Republik IndonesiaSimulcast
RCTI50 UHFMedia Nusantara CitraSimulcast
SCTV52 UHFElang Mahkota TeknologiSimulcast
MNCTV62 UHFMedia Nusantara CitraSimulcast
ANTV58 UHFVisi Media AsiaSimulcast
Indosiar54 UHFElang Mahkota TeknologiSimulcast
MetroTV56 UHFMedia GroupSimulcast
Trans TV42 UHFTrans CorpSimulcast
Global TV46 UHFMedia Nusantara CitraSimulcast
Trans744 UHFTrans CorpSimulcast
tvOne48 UHFVisi Media AsiaSimulcast
Daerah (9 Saluran)
TVRI Jawa Barat40 UHFTelevisi Republik IndonesiaLokal
Bandung TV38 UHFBali TVLokal
CT Channel36 UHFB-ChannelLokal
Garuda Vision24 UHFCity TV NetworkLokal
IMTV22 UHFSINDOtvLokal
Parijz van Java TV28 UHFJPMCLokal
TV Anak Spacetoon Bandung30 UHFSpacetoonLokal
STV Bandung34 UHFKompas TVLokal
MQTV60 UHF-Lokal

[sunting]Musik dan Hiburan

Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional masyarakat Sunda di kota ini dan Jawa Barat pada umumnya, alat musik ini terbuat dari bahan bambu.
Bandung banyak melahirkan penyanyi dan grup musik besar di tanah air. Sejumlah grup musik besar yang dibentuk di Bandung antara lain PeterpanThe TitansST 12SM*SHPutri PenelopeUnguRida Sita DewiCokelatPas BandMocca dan The Changcuters. Penyanyi dari Bandung antara lain: Nazril IrhamMeistika SenichaksanaDonitaAnisa RahmaLala KarmelaIrene JustineTamara BleszynskiSalman AdityaSammy SimorangkirSherina MunafNita ThaliaMeriam BellinaShinta DewiRuth SahanayaNuri MaulidaDewi LestariNovia KolopakingNicky Astria dan Nike Ardilla.

[sunting]Kuliner

[sunting]Kota kembar

Kota-kota lain yang menjadi bagian dari proyek kota kembar dari kota Bandung adalah:

Comments